Posted by : Marinska SA Rabu, 12 April 2017

Hallo.. Selamat datang kembali di Blog saya..
Kemarin kita sudah mencoba instalasi dan juga konfigurasi NTP server, nah sekarang kita akan lanjut nih.. kali ini kita akan mencoba DHCP server.

Sebelumnya apa itu DHCP?

DHCP adalah protocol yang menyediakan layanan IP dinamik untuk para client yang terhubung kepadanya
Singkatnya, Server menawarkan layanan, kemudian diterima oleh Client, kemudian Client mengajukan permintaan, selanjutnya Server akan memberikan IP dinamik untuk Client tsb. gitu :3 hehe..
Lansung aja deeh

1. Masuk sebagai root pada debian


2. kemudian jangan lupa atur ip address untuk adapternya, kemudian save


3. Tentu restart terlebih dahulu agar konfigurasinya dapat langsung digunakan


4. lakukan ifconfig untuk mengecek apakah konfigurasi IP address sudah berjalan dengan lancar, kan percuma kalo udah dikonfig, udah direstart, tapi tetep sama


5. Lihat apakah konfigurasi sudah sesuai dengan apa yang kita butuhkan


6. Lanjut dengan melakukan konfigurasi pada file /etc/dhcp3/dhcpd.conf, kalo belum ada, berarti debian kamu belum diinstal service dhcp3-server, maka instal terlebih dahulu dengan command "apt-get install dhcp3-server", kalo udah tinggal dikonfig


7. nah didalam file dhcpd.conf ini, tulis tanda pagar "#" pada semua line yang ada pada file tsb


8. Kecuali line yang terdapat dibawah, sebagai berikut :
# A slightly different configuration for an internal subnet.
subnet 192.168.38.0 netmask 255.255.255.0 {  #ini diisi dengan adapter yg ingin dijdikan sbg DHCP
range 192.168.38.X 192.168.38.XX;   #range ini bebas, sesuai kebutuhan saja, anda bisa atur sendiri
option domain-name-servers domain.com;
option domain-name "marinska.com";
option routers 192.168.38.254;
option broadcast-address 192.168.38.255;
max-lease-time 7200;
}
#
Kecuali line diatas, beri tanda pagar didepannya

9. Jangan lupa setelah line diatas, masih ada line dibawah untuk diberi pagar, apabila sudah semua, tinggal save saja file dhcpdnya, kalo sudah disimpan, restart service dhcp, perintahnya "/etc/init.d/dhcp3-server restart"


10. Jika service dhcp sudah berhasil di restart (sudah mulai kembali dengan baik), tinggal ditest deeh. Disni saya pakai Win XP di VB juga, pastiin adapternya terkoneksi yaa, disini saya pakai Internal

11. Buka IP Konfigurasi, kemudian Properties


12. Open Internet Protocol (TCP/IP)


13. Untuk pembuktian, silahkan isi IP secara Statis terlebih dahulu, boleh diisi satu network dengan server jika ingin test ping dahulu


14. Kalo udah simpan konfig, lalu close


15. Lihat pada LAN Status > Support, disitu akan ada detail dari koneksi pada OS kita, disitu tertulis Manually Configured, yang berarti IP dikonfugirasi secara manual (IP static)


16. Kita juga bisa test ping terlebih dahulu ke Server debian kita, open run dan buka cmd (sebenarnya hal ini tidak harus dilakukan atau optional. kalo kamu gak pengin ikutin jga gak papa, langsung aja terbang ke point XX)

17. lakukan nslookup untuk liat dns server


18. lakukan ping ke Server


19. jika sudah ada reply, maka sudah tersambung (yaa dong kan IP static, gampanglaah)


20. Kita test juga, ping dari server, kita lihat apakah akan terkoneksi meski IP client itu Static


21. dan ternyata sama, keduanya sudah tersambung

22. kalo pada tahap ini, server memberikan RTO, maka konfig firewall pada client, open control panel


23. Buka Security Center


24. Kemudian masuk ke menu Windows Firewall


25. Matikan firewall dari Client


26. Apabila sudah dimatikan, server pasti memberikan reply saat melakukan ping ke Client.

27. Selanjutnya kita test apakah server DHCP di debian berjalan dengan baik, langkahnya Buka LAN Status, masuk ke Properties


28. Ubah ke Obtain an IP address automatically, untuk DNS bisa distatickan boleh juga di dinamikkan

29. Setelah itu simpan, dan LAN status akan memperbarui IP client

30. Setelah sudah terkoneksi (biasanya ada pop-up koneksi untuk win xp) dan status sudah connected


31. kita bisa liat pada LAN status > support, disitu sudah berubah menjadi "assigned by DHCP" yang artinya diberi oleh DHCP, kita bisa liat hasil IPnya, apakah sesuai range yang diatur atau tidak


Selesai, dengan begini konfigurasi DHCP server sudah berhasil

Ok, untuk memperbarui IP pada client, bisa melakukan cara ini

1. open cmd, kemudian tulis perintah "ipconfig/release", yaitu untuk melepas semua konfig IP


2. kita bisa lihat IP akan menjadi 0.0.0.0


3. kita lakukan perintah "ipconfig/renew" yaitu untuk memperbarui IP


4. apabila sudah mendapat IP lagi, maka DHCP sudah benar-benar bekerja dengan baik



Baik sekian dari saya, sampai ketemu di tutorial yang lain

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Marinska SA - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -